Infolamongan.id – Dalam upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok, Kodim 0812/Lamongan melalui jajaran Koramil menggelar Gerakan Pangan Murah di berbagai titik di Kabupaten Lamongan pada Sabtu (16/08/2025). Kegiatan yang berfokus pada penyaluran beras dengan harga terjangkau ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Distribusi Merata di Seluruh Kecamatan
Di Koramil 0812/13 Sugio, ratusan warga terlihat antre untuk mendapatkan beras dengan harga spesial. Danramil Sugio Kapten Arm Yudi K menjelaskan, “Ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI AD terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Kami bekerja sama dengan Muspika dan Bulog untuk menyediakan beras berkualitas dengan harga Rp11.600 per kg, jauh di bawah harga pasar.”
Detail Penyaluran Beras:
-
Sumber pasokan: Bulog setempat
-
Kemasan: 5 kg per sak
-
Harga: Rp11.600/kg (Rp58.000/sak)
-
Target penyaluran di Sugio: 3.000 kg (600 sak)
-
Realisasi hari pertama: 1.500 kg (300 sak)
Mekanisme Penjualan:
-
Pendataan warga melalui RT/RW
-
Pembatasan kuota per keluarga
-
Pengawasan ketat oleh aparat terkait
-
Sistem antrean teratur
Dampak Positif bagi Masyarakat
Karman (45), salah satu warga yang mendapatkan beras, mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, ini sangat membantu kami. Kualitas berasnya bagus dan harganya lebih murah sekitar Rp3.000-Rp4.000 per kg dari harga pasar,” ujarnya sambil menunjukkan beras yang baru dibelinya.
Strategi Kedepan:
-
Penambahan titik distribusi
-
Diversifikasi komoditas (minyak, gula, tepung)
-
Koordinasi intensif dengan Dinas Perdagangan
-
Penguatan sistem monitoring harga
Sinergi Antar Lembaga
Kegiatan ini melibatkan:
✓ TNI (Kodim dan Koramil)
✓ Pemerintah Daerah
✓ Bulog
✓ Aparat Kecamatan
✓ Tokoh Masyarakat
“Kami akan terus pantau perkembangan harga di pasar tradisional. Jika ada indikasi kenaikan tidak wajar, akan kami tindaklanjuti dengan intervensi pasar,” tegas Kapten Yudi.
Respons Positif Pemda
Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Perdagangan menyambut baik inisiatif ini. “Program ini sejalan dengan upaya Pemkab dalam menjaga stabilitas harga, terutama jelang hari-hari besar keagamaan,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Lamongan.
Statistik Penyerapan:
-
Total alokasi Kabupaten Lamongan: 50 ton
-
Terdistribusi: 25 ton (50%)
-
Lokasi prioritas: 10 kecamatan rawan pangan
-
Waktu distribusi: 7-30 Agustus 2025
Tantangan dan Solusi:
-
Keterbatasan logistik → Penjadwalan ulang distribusi
-
Antusiasme tinggi → Penambahan petugas lapangan
-
Jarak tempuh → Mobilisasi armada khusus
Harapan Ke Depan
Warga berharap program ini dapat:
-
Diperpanjang masa berlakunya
-
Diperluas cakupannya
-
Ditambah variasi barangnya
-
Ditingkatkan frekuensinya
Kodim Lamongan berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. “Ini bukan kegiatan insidental, tapi bagian dari program berkelanjutan TNI Manunggal Membangun Desa,” pungkas Kapten Yudi.









