Infolamongan.com – Kemacetan panjang sempat mengular di Jalan Raya Deket–Lamongan pada Senin pagi (27/04/2026) setelah sebuah truk bermuatan kayu mengalami patah as roda belakang. Berkat respons cepat dari anggota piket Polsek Deket, arus lalu lintas yang sempat tersendat secara bertahap kembali normal tanpa menimbulkan kecelakaan susulan atau korban jiwa.
Peristiwa itu terjadi tepatnya di barat simpang tiga Deket, Desa Deket Kulon, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Jalur tersebut merupakan salah satu ruas vital yang menghubungkan Lamongan dengan Gresik serta wilayah sekitarnya. Setiap hari, ribuan kendaraan melintas di jalan itu, mulai dari kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga truk-truk besar pengangkut barang.
Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd membenarkan kejadian tersebut. “Kemacetan terjadi akibat sebuah truk dengan nomor polisi K-9343-PD yang mengalami patah as roda belakang,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima media, Selasa (28/04).
Truk tersebut dikemudikan oleh Riko (30), warga Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Saat kejadian, Riko tengah mengangkut muatan kayu usuk dan reng yang cukup berat. Diduga, kombinasi antara beban berlebih dan kondisi jalan yang cukup padat menjadi pemicu patahnya as roda belakang kendaraan.
“Akibat kerusakan tersebut, badan truk sempat menghalangi sebagian badan jalan sehingga terjadi penyempitan arus lalu lintas,” lanjut IPDA M. Hamzaid.
Kondisi ini langsung berdampak pada penumpukan kendaraan, khususnya dari arah Lamongan menuju Gresik. Dalam hitungan menit, antrean kendaraan mencapai lebih dari satu kilometer. Para pengendara roda dua mulai menyelinap di sela-sela kendaraan besar, sementara pengemudi mobil dan truk lainnya hanya bisa terdiam di tempat. Suara klakson bersahutan, namun tidak ada yang bisa bergerak cepat karena badan truk yang patah as benar-benar melintang dan menyita hampir setengah lebar jalan.
Respons Cepat di Lapangan
Mendapati laporan dari masyarakat sekitar yang panik melihat kemacetan semakin parah, Kapolsek Deket AKP Akhmad Khusen bersama anggota piket segera bergerak ke lokasi. Tidak butuh waktu lama bagi tim kepolisian untuk tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Begitu sampai, mereka langsung melakukan pengaturan arus lalu lintas dengan sistem buka-tutup secara bergantian dari kedua arah.
“Dengan kehadiran petugas di lapangan, arus lalu lintas secara bertahap dapat kembali lancar dan situasi tetap terpantau aman serta kondusif,” tambah IPDA M. Hamzaid.
Tidak hanya mengatur lalu lintas, petugas Polsek Deket juga membantu proses evakuasi truk yang mogok. Mereka berkoordinasi dengan pengemudi dan warga sekitar untuk menderek truk ke pinggir jalan yang lebih aman agar tidak semakin mengganggu pengguna jalan lainnya. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat muatan kayu usuk dan reng cukup banyak serta berisiko bergeser.
Beberapa warga Desa Deket Kulon turut membantu dengan menyediakan alat-alat sederhana seperti dongkrak hidrolik dan tali tambang. Gotong royong antara polisi dan masyarakat kembali terlihat jelas dalam penanganan darurat ini.
Dalam waktu kurang dari satu jam sejak petugas tiba, arus lalu lintas mulai menunjukkan perbaikan. Antrean yang semula padat merayap perlahan mulai mengalir. Pengendara yang sempat terjebak kemacetan tampak lega ketika kendaraan di depan mereka mulai bergerak maju.
Imbauan Keselamatan bagi Pengemudi
Meskipun kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, AKP Akhmad Khusen melalui Kasihumas mengingatkan pentingnya kesiapan kendaraan sebelum melakukan perjalanan, terutama bagi pengemudi angkutan barang.
“Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati saat berkendara, mematuhi rambu lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum digunakan, terutama bagi pengemudi kendaraan angkutan barang,” tegas IPDA M. Hamzaid mengulangi imbauan Kapolsek Deket.
Ia juga menyoroti pentingnya memeriksa as roda, sistem pengereman, tekanan ban, dan beban muatan. Truk-truk yang kelebihan muatan (overloading) tidak hanya merusak badan jalan tetapi juga sangat berisiko mengalami kerusakan mekanis seperti patah as, pecah ban, hingga kegagalan rem yang dapat berakibat fatal.
“Apabila menemukan kejadian darurat di jalan raya, segera laporkan melalui layanan Kepolisian 110 agar dapat segera ditangani,” tambahnya.
Layanan 110 disebutkan telah terintegrasi dengan posko-posko kepolisian di seluruh wilayah Lamongan, termasuk Polsek Deket. Dengan laporan cepat, petugas dapat segera dikerahkan sebelum kemacetan semakin meluas atau kecelakaan susulan terjadi.
Pelajaran Penting dari Sebuah Patah As
Kejadian di Jalur Lamongan–Deket ini menjadi pelajaran berharga tidak hanya bagi Riko sebagai pengemudi truk, tetapi juga bagi seluruh pengguna jalan. Patah as roda bukanlah kerusakan biasa. Kerusakan ini sering kali disebabkan oleh kombinasi faktor kelelahan material, beban berlebih, dan kurangnya perawatan rutin.
Para ahli keselamatan transportasi mencatat bahwa truk-truk pengangkut kayu, pasir, atau bahan bangunan lainnya memiliki risiko tinggi mengalami patah as jika melewati jalan yang tidak rata atau jika komponen as sudah mencapai batas usianya. Sayangnya, masih banyak pemilik truk yang mengabaikan inspeksi berkala karena biaya atau kelalaian.
Sementara itu, respons cepat Polsek Deket patut diapresiasi. Dalam era di mana setiap menit kemacetan berpotensi merugikan waktu dan ekonomi masyarakat, kehadiran polisi di lokasi dalam waktu singkat menjadi faktor kunci. Tidak semua wilayah memiliki kesiapan seperti itu, namun Lamongan membuktikan bahwa koordinasi yang baik antara piket Polsek dan masyarakat mampu meminimalisir dampak buruk suatu insiden.
Hingga berita ini diturunkan, truk bernopol K-9343-PD telah berhasil dievakuasi ke bengkel terdekat untuk perbaikan lebih lanjut. Muatan kayu usuk dan reng dipindahkan ke truk lain atas bantuan warga. Sementara itu, AKP Akhmad Khusen bersama anggota masih melakukan patroli rutin di jalur tersebut untuk memastikan tidak ada hambatan lain yang muncul pasca-evakuasi.
“Kami akan terus siaga. Kejadian seperti ini bisa terjadi kapan saja. Yang terpenting, masyarakat tidak panik dan segera melapor kepada kami,” pungkas IPDA M. Hamzaid mewakili jajaran Polsek Deket.









