Sinergi 29 Personel TNI-Polri-Satpol PP Amankan Ujian Jurit Malam 252 Peserta Tapak Suci di Ngimbang

 Infolamongan.com – Keamanan dan kelancaran sebuah ujian fisik dan mental ratusan remaja menjadi prioritas utama aparat keamanan di Kecamatan Ngimbang. Dalam semangat kolaborasi yang solid, jajaran Koramil 0812/06 Ngimbang, Polsek Ngimbang, dan Satpol PP Kecamatan bahu-membahu mengamankan gelaran Uji Kenaikan Tingkat (UKT) Tapak Suci Putra Muhammadiyah 024 Ngimbang. Kegiatan yang berpusat di SMK Muhammadiyah 3 Ngimbang pada Sabtu hingga Minggu (7-8 Februari 2026) ini bukan sekadar acara olahraga bela diri, melainkan sebuah momen pembentukan karakter yang memerlukan jaminan keamanan ekstra, terutama pada puncak acara: Jurit Malam.

Komitmen untuk menjaga stabilitas kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) ini diwujudkan dalam sebuah sinergi terukur yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Apel pengamanan sebelum acara dipimpin langsung oleh pimpinan wilayah, dihadiri oleh Kapolsek Ngimbang, IPTU I Wayan Sumantra, S.H. beserta anggotanya, dan Serma Wiyaji yang mewakili Danramil 0812/06 Ngimbang. Apel ini menjadi penanda dimulainya operasi pengamanan terpadu yang melibatkan 29 personel gabungan dari tiga pilar keamanan.

“Ini adalah bentuk pelayanan dan pengayoman negara kepada aktivitas positif generasi muda. Keamanan adalah prasyarat agar proses pendidikan karakter ini berjalan optimal,” tegas Serma Wiyaji dari Koramil Ngimbang, menyampaikan filosofi di balik keterlibatan TNI dalam acara sipil.

Komposisi Pasukan dan Strategi Pengamanan Terpadu

Untuk mengawal 252 peserta UKT yang berasal dari berbagai cabang, panitia internal Tapak Suci menyiapkan sekitar 200 orang pendukung untuk logistik dan bimbingan. Namun, pengamanan eksternal dan pengawasan lalu lintas sepenuhnya menjadi tanggung jawab aparat. Gabungan kekuatan itu terdiri dari:

  • 14 Personel Polsek Ngimbang: Berperan sebagai leading sector pengamanan umum, pengaturan lalu lintas di titik-titik persimpangan yang dilintasi, dan penanganan pertama jika terjadi gangguan kamtibmas.

  • 11 Personel TNI (Koramil 0812/06 Ngimbang): Memfokuskan diri pada pengamanan fisik di titik-titik terpencil dan rawan sepanjang rute Jurit Malam, serta menjadi penjaga keamanan statis di lokasi base camp.

  • 4 Anggota Satpol PP Kecamatan: Melakukan pembinaan ketertiban umum sekitar lokasi, memastikan tidak ada aktivitas warga yang mengganggu konsentrasi peserta, dan membantu pengaturan kerumunan.

Strategi yang digunakan adalah sector plotting atau pembagian sektor. Personel tidak berkerumun di satu titik, melainkan disebar di pos-pos pengamanan strategis sepanjang rute yang akan dilalui peserta, terutama pada malam hari. Titik-titik seperti perlintasan jalan desa yang sepi, jembatan, area persawahan, dan lokasi dengan pencahayaan minim mendapat perhatian khusus.

Puncak Pengawasan: Mengawal “Jurit Malam” yang Menguras Fisik dan Mental

Fase paling kritis dari seluruh rangkaian UKT adalah Jurit Malam. Dalam ujian ini, peserta, yang kebanyakan remaja, dituntut untuk melintasi rute tertentu di luar ruangan pada malam hari. Ujian ini tidak hanya menguji stamina, navigasi, dan keberanian, tetapi juga mental dan kerjasama tim. Di sinilah sinergi TNI-Polri menunjukkan nilainya.

Dengan koordinasi via radio komunikasi, setiap gerakan peserta dapat dipantau. Personel yang berjaga di sektor-sektor tertentu melaporkan perkembangan dan memastikan tidak ada peserta yang tersesat atau mengalami kesulitan di luar pengawasan. Kehadiran seragam hijau dan coklat di titik-titik gelap memberikan rasa aman psikologis yang besar, baik bagi peserta maupun para pelatih dan orang tua yang menunggu.

“Fokus kami adalah antisipasi. Antisipasi terhadap kemungkinan peserta kelelahan, tersesat, atau adanya gangguan dari luar. Dengan plotting yang rapi, kami bisa merespons cepat jika ada hal yang tidak diinginkan,” jelas Kapolsek Ngimbang, IPTU I Wayan Sumantra, tentang strategi yang diterapkan.

Akhir yang Sukses dan Refleksi atas Kolaborasi

Setelah melalui rangkaian ujian yang melelahkan, seluruh kegiatan UKT Tapak Suci berakhir pada Minggu dini hari pukul 04.00 WIB. Seluruh peserta dipastikan kembali ke titik kumpul di SMK Muhammadiyah 3 Ngimbang dengan selamat dan tanpa insiden yang berarti. Kondisi keamanan selama lebih dari 24 jam pelaksanaan acara tercatat lancar dan kondusif.

“Sinergitas antara TNI, Polri, dan unsur pemerintah kecamatan merupakan kunci keberhasilan pengamanan ini. Kami ingin memastikan adik-adik dari Tapak Suci dapat melaksanakan ujian dengan tenang dan masyarakat sekitar pun tetap merasa nyaman,” ujar Serma Wiyaji, merefleksikan keberhasilan operasi. Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan tidak dilihat dari penanganan keributan, tetapi dari pencegahan sehingga tidak ada keributan sama sekali.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata implementasi dari semangat “Lamongan Megilan Berhasil” yang digaungkan pemerintah daerah. Lebih dari itu, ia adalah contoh ideal bagaimana negara hadir tidak dengan wajah yang menakutkan, tetapi dengan wajah pelindung dan pemungkin (enabler) bagi aktivitas masyarakat yang membangun. Sinergi TNI-Polri-Satpol PP dalam pengamanan acara positif seperti ini memperkuat fondasi ketahanan sosial, membangun kepercayaan publik, dan sekaligus memberikan pembelajaran langsung kepada generasi muda tentang arti kedisiplinan dan rasa aman yang dijamin oleh negara. Dalam balutan seragam yang berbeda, mereka menyatu dalam satu misi: mengawal masa depan bangsa yang sedang diuji di tengah gelapnya malam Ngimbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *