TEGAS DAN BERINTEGRITAS: Dandim 0812 Lamongan Pastikan Lingkungan Militer Bersih dari Narkoba Melalui Program P4GN

Infolamongan.id – Dalam sebuah langkah tegas yang meneguhkan komitmen zero-tolerance terhadap penyalahgunaan narkoba, Komando Distrik Militer (Kodim) 0812/Lamongan telah menyelenggarakan kegiatan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (27/11/2025) di Aula Kadet Suwoko ini bukan sekadar pengisian agenda rutin, melainkan sebuah pernyataan sikap bulat institusi TNI untuk menjaga kemurnian dan kredibilitasnya di mata rakyat.

Acara yang dihadiri secara khidmat oleh seluruh jajaran Perwira Staf, Danramil, serta anggota TNI dan PNS Kodim 0812 Lamongan ini, merupakan implementasi nyata dari pembinaan mental dan kedisiplinan prajurit pada Semester II Tahun Anggaran 2025. Di bawah komando langsung Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, kegiatan ini mengirimkan pesan yang jelas: narkoba adalah musuh yang tak boleh diberi ruang sedikit pun di dalam tubuh militer.

Narkoba: Musuh Nyata yang Menggerogoti Fondasi Bangsa

Dalam sambutannya yang penuh wibawa, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menyampaikan pidato yang tegas dan menggugah. Ia menekankan bahwa narkoba bukanlah ancaman abstrak, melainkan musuh nyata yang memiliki daya hancur luar biasa.

“Narkoba adalah musuh yang sangat nyata. Ia tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental individu, tetapi lebih dari itu, ia menghancurkan sendi-sendi kehidupan yang paling fundamental. Seorang prajurit yang terpapar narkoba akan kehilangan kewibawaan, kariernya akan hancur berantakan, dan yang paling menyedihkan, keharmonisan keluarga menjadi taruhannya. Ini adalah pertaruhan yang terlalu mahal untuk dimainkan,” ujar Dandim dengan suara lantang yang memenuhi seluruh penjuru aula.

Dandim Deni menegaskan bahwa kegiatan P4GN ini sama sekali bukan formalitas belaka. Ia menyebutnya sebagai “upaya preventif untuk memagari prajurit dan keluarganya dari bahaya narkoba.” Dalam pernyataan yang tidak meninggalkan ruang untuk interpretasi lain, ia mengingatkan tentang konsekuensi berat yang menanti siapa pun yang melanggar.

“Tidak ada toleransi. Tidak ada kompromi. Baik itu sebagai pengguna ataupun pengedar, sanksinya sangat berat. Hingga pada titik terberat, yaitu pemecatan tanpa kompromi. Integritas seorang prajurit adalah segalanya. Kita tidak bisa membela negara jika diri kita sendiri lemah dan teracuni,” tegasnya, diiringi pandangan mata yang menatap tajam ke arah seluruh peserta.

Tes Urine Acak: Bukti Nyata, Bukan Sekadar Peringatan

Komitmen tersebut tidak berhenti pada retorika. Untuk memastikan bahwa lingkungan Kodim 0812 Lamongan benar-benar steril dari zat terlarang, dilaksanakanlah pemeriksaan tes urine secara acak (random sampling). Proses ini dilaksanakan dengan protokol ketat dan transparan, diawasi langsung oleh Staf Intel dan Provost Kodim 0812 Lamongan.

Kerja sama yang solid dijalin dengan tenaga profesional dari Puskesmas Glagah, yang diwakili oleh dr. Ayu, serta Tim Medis Poskes 05.10.08 Lamongan. Kehadiran pihak eksternal dari dinas kesehatan ini menambah tingkat akuntabilitas dan kredibilitas dari proses pemeriksaan, menunjukkan bahwa Kodim 0812 Lamongan tidak memiliki sesuatu untuk disembunyikan.

Suasana tegang namun tertib menyelimuti ruangan saat sampel urine diambil dari sejumlah personel yang dipilih secara acak. Setiap tahapan dilakukan dengan prosedur baku, memastikan keakuratan hasil dan menghindari segala bentuk manipulasi. Proses ini sendiri merupakan bagian dari pendidikan dan shock therapy, mengingatkan setiap individu bahwa kewaspadaan dan pemeriksaan adalah bagian dari tanggung jawab mereka sebagai abdi negara.

Dan hasilnya pun sesuai dengan harapan. Setelah melalui proses pemeriksaan yang cermat, seluruh sampel yang diuji dinyatakan negatif. Hasil ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari disiplin tinggi dan komitmen kolektif seluruh anggota Kodim untuk menjaga nama baik institusi dan diri mereka sendiri.

Prajurit Sebagai Teladan: Menjadi Garda Terdepan Perang Melawan Narkoba

Lebih dari sekadar menjaga internal, Dandim 0812 Lamongan menekankan peran strategis TNI sebagai panutan dan garda terdepan dalam perang melawan narkoba di tingkat masyarakat. Dalam pandangannya, kredibilitas untuk memimpin dan membersihkan masyarakat dimulai dari kemampuan membersihkan diri sendiri terlebih dahulu.

“TNI adalah garda terdepan negara. Bagaimana mungkin kita bisa membersihkan masyarakat dari ancaman narkoba, jika di dalam lingkungan kita sendiri masih terdapat noda? Itu mustahil. Karena itu, kita harus bersih terlebih dahulu sebelum membersihkan yang lain. Ini adalah prinsip dasar yang tidak bisa ditawar,” papar Letkol Inf Deni.

Ia berharap, seluruh anggota Kodim 0812 Lamongan tidak hanya puas dengan hasil tes urine yang negatif, tetapi mampu menginternalisasi nilai-nilai luhur Sapta Marga dalam kehidupan sehari-hari. Sapta Marga, sebagai pedoman hidup prajurit, harus menjadi tameng yang melindungi dari segala bentuk godaan dan pelanggaran, dengan narkoba dan judi online (judul) sebagai ancaman utama yang harus diwaspadai.

“Pegang teguh Sapta Marga. Jadilah contoh bagi masyarakat Lamongan. Tunjukkan kepada mereka bahwa prajurit TNI adalah sosok yang disiplin, sehat, dan berintegritas tinggi, jauh dari segala bentuk penyimpangan seperti narkoba dan judul. Kepercayaan rakyat adalah modal kita yang paling berharga,” pungkas Dandim menutup arahan.

P4GN: Sebuah Investasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Kegiatan P4GN yang berjalan aman, tertib, dan lancar ini merupakan investasi jangka panjang. Dengan memastikan setiap prajurit bersih dari narkoba, Kodim pada hakikatnya sedang mengamankan masa depan bangsa. Seorang prajurit yang sehat jasmani dan rohani akan memiliki kinerja optimal, daya juang tinggi, dan ketajaman berpikir yang dibutuhkan dalam menjalankan tugasnya.

Program semacam ini juga berfungsi sebagai sistem peringatan dini. Sosialisasi yang diberikan tidak hanya tentang bahaya narkoba, tetapi juga tentang modus-modus peredaran terbaru dan cara melindungi diri serta keluarga. Dalam era di mana narkoba bisa menyusup dengan cara yang semakin canggih, pengetahuan adalah senjata pertama yang paling efektif.

Kodim 0812 Lamongan, di bawah kepemimpinan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, telah mencontohkan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Mulai dari pembinaan mental ideologis, penanaman disiplin, tindakan preventif melalui sosialisasi, hingga tindakan represif melalui tes urine dan sanksi tegas. Semua elemen ini bekerja sinergis untuk menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih dari narkoba, tetapi juga memiliki imunitas yang kuat terhadap segala bentuk ancaman yang dapat merusak integritas.

Sebagai penutup, keberhasilan kegiatan ini dan hasil tes urine yang 100% negatif patut diapresiasi. Ini adalah sebuah prestasi dan sekaligus tantangan untuk dipertahankan. Komitmen “bersih narkoba” harus terus dijaga, tidak hanya pada hari pelaksanaan P4GN, tetapi dalam setiap detik kehidupan seorang prajurit. Dengan demikian, Kodim 0812 Lamongan benar-benar dapat berdiri sebagai benteng pertahanan negara dan sekaligus mercusuar keteladanan bagi masyarakat di wilayahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *