Infolamongan.id – Sebanyak 97 siswa-siswi kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bluluk mendapatkan pengalaman berbeda dan berharga dalam sesi ekstrakurikuler Kebugaran Jasmani pada hari Minggu (23 November 2025). Yang membuat kegiatan ini istimewa adalah pelatihnya bukanlah guru olahraga biasa, melainkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 0812/07 Bluluk, Sertu Avif, yang dengan penuh semangat memimpin langsung pelatihan di lapangan sekolah. Kegiatan ini mentransformasi lapangan sekolah menjadi ruang pelatihan yang dinamis, di mana nilai-nilai kedisiplinan, kekompakan, dan cinta tanah air ditanamkan kepada generasi muda melalui pendekatan yang humanis.
Interaksi antara Sertu Avif dan para siswa terjalin dengan akrab dan penuh rasa saling menghormati. Meski latar belakang Sertu Avif adalah sebagai prajurit TNI, ia mampu menciptakan suasana pelatihan yang penuh semangat dan motivasi, bukan intimidasi. Materi kesegaran jasmani yang diberikan mencakup senam peregangan, lari joging, push-up, sit-up, dan berbagai latihan ketahanan fisik lainnya. Namun, di balik rangkaian latihan fisik tersebut, terselip pelajaran-pelajaran hidup yang jauh lebih berharga.
Lebih Dari Sekadar Latihan Fisik: Membangun Karakter dan Mental Pemimpin Masa Depan
Sertu Avif, dalam penjelasannya, menekankan bahwa tujuan kehadirannya jauh melampaui sekadar melatih fisik para siswa. “Tujuan kami datang ke sini bukan hanya untuk melatih fisik, tetapi untuk membentuk karakter anak-anak bangsa. Di masa depan, mereka akan menjadi pemimpin. Disiplin yang mereka dapat hari ini adalah bekal terpenting,” ujar Sertu Avif dengan senyum hangat yang berhasil mencairkan kesan tegas seorang prajurit.
Pernyataan ini menyoroti visi jangka panjang dari program semacam ini. Babinsa tidak hanya melihat para siswa sebagai peserta latihan hari ini, tetapi sebagai calon-calon pemimpin di berbagai bidang pada masa yang akan datang. Latihan baris-berbaris, misalnya, bukan sekadar tentang kekompakan gerak, tetapi tentang mengajarkan arti komando, konsentrasi, dan keseragaman dalam mencapai tujuan bersama. Setiap instruksi yang diberikan dirancang untuk melatih kedisiplinan diri, ketangguhan mental, dan kemampuan untuk bekerja dalam tim.
Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dengan Rakyat di Bidang Pendidikan
Sertu Avif menambahkan bahwa inisiatif pendampingan ini adalah perwujudan nyata dari doktrin TNI untuk “manunggal” atau menyatu dengan rakyat. Dalam konteks ini, kemanunggalan tersebut diwujudkan melalui kontribusi langsung dalam memajukan dunia pendidikan di wilayah binaannya.
“Kami hadir sebagai mitra sekolah, sebagai orang tua, dan sebagai mentor. Melihat semangat 97 siswa ini, kami yakin masa depan anak-anak generasi penerus bangsa yang berada di Kecamatan Bluluk sangat cerah,” katanya penuh keyakinan.
Peran multi-dimensi yang diemban oleh Babinsa—sebagai mitra, orang tua, dan mentor—menunjukkan pendekatan yang holistik. Mereka tidak hanya datang sebagai instruktur yang memberikan materi lalu pergi, tetapi membangun hubungan emosional dan menjadi figur yang dapat diteladani oleh para siswa. Kehadiran mereka memberikan perspektif berbeda tentang arti pengabdian, tanggung jawab, dan kecintaan pada negara.
Antusiasme Siswa dan Dukungan Penuh dari Civitas Akademika
Para siswa kelas X SMAN 1 Bluluk tampak sangat antusias mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh Sertu Avif. Mereka menyadari bahwa pendampingan langsung dari seorang prajurit TNI merupakan kesempatan langka yang tidak semua sekolah dapatkan. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mereka untuk mengasah potensi diri di luar kurikulum akademik reguler, mengembangkan soft skills, dan membangun rasa percaya diri.
Dukungan juga datang secara penuh dari dewan guru. Ibu Hj. Siti Nurhayati, S.Pd., M.Pd., selaku perwakilan dewan guru SMAN 1 Bluluk, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi Koramil 0812/07 Bluluk.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran Bapak-bapak Babinsa. Mereka membawa energi positif dan kedisiplinan yang sangat dibutuhkan oleh siswa-siswi kami,” ujarnya. Ia melanjutkan dengan menjelaskan dampak positif yang langsung terlihat, “Kegiatan ini telah memperkuat karakter dan mental anak-anak, membuat mereka lebih siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.”
Pernyataan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan TNI diakui memiliki nilai strategis. Sekolah melihat Babinsa sebagai mitra yang dapat melengkapi proses pendidikan karakter yang selama ini sudah dijalankan, dengan membawa nuansa dan disiplin ala militer yang khas.
Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Tangguh dan Berintegritas
Kegiatan ekstrakurikuler bersama Babinsa ini diharapkan tidak berhenti sebagai program insidental. Terdapat harapan besar agar ini dapat menjadi program rutin yang terintegrasi dengan kurikulum sekolah. Program semacam ini efektif dalam menciptakan lulusan SMAN 1 Bluluk yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang tangguh, integritas yang tinggi, dan fisik yang prima.
Dalam perspektif yang lebih luas, ini adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Memberikan pembinaan karakter dan fisik sejak dini kepada generasi muda di daerah seperti Bluluk berarti mempersiapkan fondasi yang kokoh untuk masa depan Indonesia. Para siswa yang telah dididik dengan nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan cinta tanah air ini diharapkan akan menjadi warga negara yang produktif, bertanggung jawab, dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Pada akhirnya, yang terjadi di lapangan SMAN 1 Bluluk pada Minggu itu adalah sebuah mozaik indah dari sinergi antara TNI dan rakyat. Sertu Avif, mewakili TNI, tidak hanya datang dengan seragam dan pengetahuan militernya, tetapi juga dengan hati yang tulus untuk membentuk generasi penerus yang lebih baik. Sementara 97 siswa tersebut, dengan semangat dan antusiasmenya, mewakili masa depan Indonesia yang cerah, yang sedang dipersiapkan dengan fondasi karakter dan fisik yang tangguh.









