Pohon Jati Tumbang Timpa Jalan Raya Sambeng, Polsek dan Warga Gercep Evakuasi, Lalin Macet 30 Menit!

Infolamongan.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Minggu (8/3/2026) siang, membawa petaka. Dua pohon jati milik Perhutani tumbang dan melintang di Jalan Raya Sambeng, tepatnya di turut Desa Ardirejo, sekitar pukul 13.40 WIB. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur utama penghubung antar kecamatan tersebut sempat lumpuh total selama proses evakuasi berlangsung.

Kejadian bermula saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan hutan jati di sekitar jalan raya. Dua pohon berukuran besar dengan diameter mencapai puluhan sentimeter itu tak mampu menahan terjangan angin dan akhirnya roboh. Posisi batang pohon yang melintang dari satu sisi ke sisi lain membuat jalan sama sekali tidak bisa dilewati kendaraan.

Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung panik. Sejumlah pengendara motor dan mobil terjebak di kedua sisi jalan. Mereka tak bisa melanjutkan perjalanan karena batang pohon raksasa menutup total akses. Beberapa warga berinisiatif menghubungi pihak kepolisian.

Respons Cepat Polsek Sambeng: 30 Menit Lalin Tersendat

Tak butuh waktu lama, anggota Polsek Sambeng Polres Lamongan langsung bergerak cepat. Begitu menerima laporan dari masyarakat, petugas segera mendatangi lokasi kejadian. Setibanya di tempat, mereka langsung berkoordinasi dengan warga untuk melakukan evakuasi darurat.

Kapolsek Sambeng, IPTU Ridwan Haryanto, S.M., mengonfirmasi bahwa dua pohon jati yang tumbang tersebut merupakan aset Perhutani. Ia menjelaskan bahwa penyebab utamanya adalah cuaca ekstrem.

“Dua pohon jati milik Perhutani tumbang akibat kondisi cuaca hujan yang disertai angin cukup kencang. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun arus lalu lintas sempat tersendat sekitar 30 menit selama proses evakuasi berlangsung,” ujar IPTU Ridwan.

Dengan peralatan seadanya, petugas kepolisian bersama puluhan warga bahu-membahu memotong batang dan ranting pohon menggunakan gergaji mesin dan kapak. Suasana gotong royong terlihat begitu kental. Ada yang memotong, ada yang mengangkat potongan kayu ke tepi jalan, ada pula yang mengatur lalu lintas dari kedua arah agar tidak terjadi kecelakaan.

Evakuasi Tuntas, Lalin Kembali Normal

Proses pemotongan dan pembersihan material pohon berlangsung sekitar 40 menit. Pukul 14.20 WIB, seluruh batang dan ranting berhasil disingkirkan dari badan jalan. Arus lalu lintas di Jalan Raya Sambeng pun berangsur normal kembali.

Pantauan di lokasi, antrean kendaraan sempat mengular hingga ratusan meter di kedua arah. Namun berkat koordinasi cepat antara polisi dan warga, tidak terjadi kemacetan parah yang berkepanjangan. Pengendara yang sempat terjebak pun menghela napas lega.

“Syukurlah cepat ditangani. Saya sudah setengah jam nunggu di sini, untung polisi dan warga sigap. Kalau tidak, bisa macet sampai sore,” ujar Sugeng, seorang sopir truk asal Kecamatan Ngimbang yang terjebak di lokasi.

Imbauan Kasihumas: Waspada Cuaca Ekstrem

Menanggapi kejadian ini, Kasi Humas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama di musim hujan seperti sekarang. Ia mengingatkan bahwa pohon tumbang bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan.

“Kami imbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara, terutama ketika kondisi cuaca hujan disertai angin kencang yang berpotensi menimbulkan pohon tumbang atau gangguan lainnya di jalan raya. Kurangi kecepatan dan waspada terhadap lingkungan sekitar,” tegas IPDA Hamzaid.

Ia juga meminta masyarakat untuk segera melapor jika menemukan kejadian serupa atau potensi bahaya lainnya di jalan. Pelaporan cepat akan memudahkan aparat untuk segera bertindak dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Segera laporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan kejadian yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kami siap 24 jam melayani masyarakat,” tambahnya.

Peran Perhutani dan Antisipasi ke Depan

Kejadian pohon jati tumbang di jalur jalan raya yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan sebenarnya bukan kali ini saja terjadi. Beberapa tahun lalu, kejadian serupa juga pernah melanda jalur Sambeng, bahkan sempat menimbulkan korban material kendaraan.

Warga berharap pihak Perhutani bersama instansi terkait segera melakukan penebangan pohon-pohon yang sudah rapuh atau berisiko tinggi tumbang, terutama yang berada di tepi jalan raya. Langkah antisipatif ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang dan memakan korban jiwa.

“Kami minta pohon-pohon yang sudah tua dan miring ke arah jalan segera ditebang. Jangan nunggu kejadian dulu baru bergerak. Ini soal keselamatan bersama,” ujar Karso, warga Desa Ardirejo.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Perhutani setempat belum memberikan tanggapan resmi terkait kejadian ini. Namun koordinasi dengan Polsek Sambeng disebut telah dilakukan untuk penanganan lebih lanjut.

Bukti Soliditas Polisi dan Warga

Di balik musibah, kejadian ini juga menjadi bukti nyata soliditas antara aparat kepolisian dan masyarakat. Tanpa menunggu instruksi berlapis, warga langsung turun tangan membantu evakuasi. Polisi pun sigap memimpin dan mengoordinasikan aksi di lapangan.

Kejadian di Jalan Raya Sambeng ini menjadi pengingat bahwa di tengah keterbatasan, gotong royong adalah kunci utama menghadapi bencana. Semoga ke depan, kejadian serupa bisa dicegah, dan jika terpaksa terjadi, respons cepat seperti ini terus terpelihara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *