Infolamongan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui berbagai strategi, termasuk pemaksimalan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), Bank Sampah, dan pembangunan TPST Dadapan. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan, volume sampah yang dihasilkan masyarakat mencapai 550 ton per hari, membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.
Kondisi Existing Pengelolaan Sampah
-
Jumlah TPS3R: 21 unit (dari 474 desa/kelurahan)
-
Kapasitas TPST Samtaku: 60 ton/hari (dengan input existing 40-45 ton/hari)
-
Target Kebijakan Strategis Daerah 2024: 70% penanganan sampah dan 30% pengurangan sampah
Upaya Pemkab Lamongan
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak:
“Selain memaksimalkan fasilitas pengelolaan, kami gencarkan edukasi untuk meminimalisir sampah plastik. Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama,” ujarnya dalam aksi bersih-bersih memperingati World Cleanup Day (WCD) 2025 di Kawasan Gadjah Mada, Jumat (19/9/2025).
Aksi World Cleanup Day 2025
Aksi bersih-bersih dilaksanakan serentak di seluruh Lamongan dengan melibatkan:
-
Forkopimda Lamongan
-
OPD dan staf pemkab
-
Pelajar dan masyarakat umum
-
3 dump truck, 10 tossa, dan 100 pasukan kebersihan yang menyisir wilayah Kecamatan Tikung, Babat, dan Karangbinangun
Rencana Ke Depan
-
Pembangunan TPST Dadapan untuk mengcover pengelolaan sampah wilayah pantura
-
Penambahan jumlah TPS3R agar mencapai rasio ideal sesuai jumlah desa
-
Edukasi berkelanjutan tentang pemilahan sampah dan pengurangan plastik sekali pakai
-
Optimalisasi Bank Sampah untuk mendukung ekonomi sirkular
Tantangan dan Harapan
Meski upaya penanganan dan pengurangan sampah telah dilakukan, realisasi di lapangan belum maksimal. Perlu peningkatan peran serta masyarakat dan penyediaan fasilitas yang memadai untuk mencapai target 70% penanganan dan 30% pengurangan sampah.









