Bupati Lamongan dan Dandim 0812 Bahas Strategi Ketahanan Pangan Berdaya di Talkshow JTV

Infolamongan.id – Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA., bersama Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mugito, menjadi narasumber dalam acara talkshow televisi di Studio News JTV, Gedung JTV, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (24/9/2025). Kehadiran tiga pimpinan daerah Lamongan ini disambut langsung oleh Kabiro JTV, Produser, dan Presenter JTV sebelum acara dimulai.

Acara talkshow yang mengangkat tema “Mewujudkan Ketahanan Pangan Berdaya di Kabupaten Lamongan” ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat mengenai pentingnya kemandirian pangan dan berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah bersama TNI dalam mewujudkannya.

Sinergi TNI-Pemda untuk Ketahanan Pangan

Dalam pemaparannya, Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan aspek vital dalam menjaga stabilitas dan kemakmuran masyarakat. “Ketahanan pangan tidak hanya tentang ketersediaan pangan, tetapi juga tentang akses dan stabilitas harga yang terjangkau bagi masyarakat,” ujar Deni di hadapan kamera.

Dandim menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan Kodim 0812 Lamongan dalam mendukung program ketahanan pangan, di antaranya dengan mengenalkan varietas padi unggulan PMJ 01 kepada petani. “Padi PMJ 01 memiliki beberapa keunggulan, termasuk produktivitas yang tinggi dan ketahanan terhadap hama. Kami telah melakukan pendampingan kepada petani dalam budidaya padi ini,” jelasnya.

Optimasi Lahan Kosong Menjadi Lahan Produktif

Salah satu program unggulan yang dipaparkan Dandim adalah optimalisasi lahan kosong menjadi lahan produktif. “Kami memiliki contoh sukses di Kampung Pandu Sakti, di mana lahan yang sebelumnya tidak produktif berhasil diubah menjadi sawah yang menghasilkan. Ini adalah bentuk nyata sinergi TNI dengan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan,” tutur Letkol Inf Deni.

Tidak hanya itu, Kodim 0812 Lamongan juga aktif membantu pembuatan sumur bor untuk memastikan ketersediaan air irigasi. “Air adalah faktor kunci dalam pertanian. Dengan adanya sumur bor, petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada halam, sehingga bisa melakukan penanaman meski di musim kemarau,” tambahnya.

Komitmen Pemerintah Daerah

Sementara itu, Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI dalam mewujudkan ketahanan pangan di Lamongan. “Sinergi antara pemerintah daerah dengan TNI merupakan kunci keberhasilan program ketahanan pangan. Kami sangat menghargai kontribusi Kodim 0812 Lamongan dalam mendukung program-program pertanian kami,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini.

Bupati Yuhronur juga memaparkan berbagai program unggulan Pemkab Lamongan dalam mendukung ketahanan pangan, termasuk program peningkatan infrastruktur irigasi, bantuan alat mesin pertanian (alsintan), dan pendampingan kepada kelompok tani. “Tahun 2025 ini, kami menargetkan peningkatan produksi padi sebesar 10% dari tahun sebelumnya. Dengan sinergi yang baik, target ini insya Allah dapat kita capai,” tegasnya.

Inovasi dan Teknologi Pertanian

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mugito menambahkan, inovasi dan teknologi menjadi faktor penting dalam peningkatan produksi pangan. “Kami terus mendorong petani untuk mengadopsi teknologi modern, seperti penggunaan varietas unggul, sistem irigasi yang efisien, dan alsintan yang dapat meningkatkan produktivitas,” jelas Mugito.

Dia juga menyoroti pentingnya diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan pada beras. “Kami mengembangkan berbagai komoditas pangan lokal seperti jagung, ubi-ubian, dan sagu sebagai alternatif sumber karbohidrat. Ini sejalan dengan program diversifikasi pangan nasional,” imbuhnya.

Dukungan Program Nasional

Talkshow ini juga mengangkat dukungan Lamongan terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. Dandim 0812 Lamongan menegaskan komitmen TNI untuk mendukung program-program tersebut. “Kami siap mendukung segala upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Ini adalah tugas kita bersama untuk memastikan tidak ada lagi rakyat yang kelaparan,” tegas Letkol Inf Deni.

Bupati Yuhronur menambahkan, Lamongan memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan nasional. “Dengan luas lahan pertanian yang mencapai puluhan ribu hektar dan didukung oleh sumber daya manusia yang unggul, Lamongan siap berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Partisipasi Masyarakat

Acara talkshow yang berlangsung selama satu jam ini juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan. Baik Bupati, Dandim, maupun Kadis Ketahanan Pangan sepakat bahwa keterlibatan aktif masyarakat merupakan kunci keberhasilan program ketahanan pangan.

“Masyarakat tidak hanya sebagai objek, tetapi harus menjadi subjek dalam pembangunan ketahanan pangan. Kami mendorong partisipasi aktif melalui kelompok-kelompok tani dan komunitas masyarakat,” papar Mugito.

Harapan ke Depan

Di akhir acara, ketiga narasumber menyampaikan harapan mereka untuk masa depan ketahanan pangan Lamongan. Bupati Yuhronur berharap sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. “Dengan kerja sama yang solid, saya yakin Lamongan dapat mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara Dandim 0812 Lamongan berkomitmen untuk terus mendukung program ketahanan pangan melalui berbagai kegiatan teritorial. “Kami akan terus berada di garda terdepan dalam mendukung program-program pemerintah daerah untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkas Letkol Inf Deni.

Acara talkshow ini diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan dan berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan partisipasi masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan akan semakin meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *