Infolamongan.id – Sunat atau khitan merupakan prosedur medis yang banyak dilakukan di berbagai budaya, termasuk di Indonesia. Namun, banyak anak yang merasa cemas dan takut menghadapi proses sunat, yang bisa menjadi tantangan bagi orang tua. Beberapa ahli memberikan tips untuk membantu mengatasi ketakutan anak terhadap sunat dan memastikan prosesnya berjalan lebih lancar.
1. Pahami Alasan Anak Takut
Psikolog anak Dr. Lila Kurniasari menjelaskan bahwa ketakutan anak pada sunat biasanya dipicu oleh kekhawatiran akan rasa sakit atau cerita menakutkan dari teman-teman sebayanya. “Banyak anak yang mendengar cerita-cerita yang membuat mereka takut. Sebagai orang tua, penting untuk mendengarkan ketakutan anak dan meyakinkan mereka bahwa sunat adalah prosedur aman yang dilakukan oleh profesional medis,” ujarnya.
2. Berikan Penjelasan dengan Cara yang Mudah Dipahami
Menurut Dr. Bambang Widianto, seorang dokter bedah, orang tua perlu menjelaskan prosedur sunat dengan cara sederhana yang mudah dipahami oleh anak. “Jelaskan bahwa sunat adalah hal yang umum dan memberi manfaat kesehatan. Sampaikan juga bahwa dokter akan menggunakan anestesi sehingga anak tidak merasakan sakit,” kata Dr. Bambang.
3. Manfaatkan Teknik Relaksasi dan Permainan
Bermain peran atau teknik visualisasi dapat membantu anak merasa lebih tenang. Misalnya, orang tua bisa berlatih bersama anak bagaimana cara bernapas yang benar atau melakukan permainan yang melibatkan peran sebagai dokter dan pasien. Hal ini bisa membantu anak lebih siap dan mengurangi ketegangan saat sunat.
4. Berikan Hadiah atau Insentif
Pemberian hadiah kecil setelah sunat bisa menjadi motivasi yang baik bagi anak. Psikolog Dr. Lila menyarankan agar orang tua memberi hadiah yang bisa menjadi kenangan positif. “Tidak perlu yang mahal, yang penting anak merasa dihargai atas keberaniannya,” katanya.
5. Pertimbangkan Pilihan Klinik yang Ramah Anak
Beberapa klinik sunat sudah menyediakan ruang yang nyaman dan fasilitas bermain khusus untuk anak-anak. Hal ini bisa membantu anak lebih rileks sebelum prosedur dimulai. “Pilihlah tempat yang menyediakan fasilitas khusus untuk anak dan pastikan dokter yang menangani sudah berpengalaman dalam menangani pasien anak,” kata Dr. Bambang.
Kesimpulan
Menghadapi anak yang takut sunat memang memerlukan kesabaran dan dukungan emosional dari orang tua. Dengan pendekatan yang tepat, anak akan lebih siap dan berani menjalani prosedur tersebut. Bagi orang tua, kesediaan mendengarkan dan memberi pengertian adalah kunci utama untuk membantu anak menghadapi ketakutannya.









